Untuk Diriku Dimasa Lalu


Salam,

Maaf untuk mengejutkanmu karena aku datang secara tiba-tiba. Boleh aku duduk? Terimakasih.

Aku hanya sedang ingin mengunjungimu. Oh, bukan untuk menanyakan kabarmu. Sebab, aku tahu betul apa yang ada dalam benakmu selama bertahun-tahun. Hampir 19 tahun aku telah menemanimu setiap detik. Tentu saja aku tahu betul siapa dirimu. Kamu yang dulu sempat berpikir untuk menjadi astronot, lalu merubahnya menjadi seorang polwan. Aku tidak terlalu ingat betul kenapa kau merubahnya. Yang kuingat, kini kau masih memikirkannya. Mau jadi apa saya?

Aku tahu betul apa yang mengganjal dalam benakmu. Kamu merasa lemah. Kamu pikir kamu tidak dapat mengatasi segala sesuatu yang datang menghampirimu. Berulang kali. Membuatmu jatuh tersungkur, berdarah, sakit dan pedih. Padahal, Tuhan selalu bersamamu, meskipun kamu terluka, kamu jatuh, kamu seakan buta akan tujuan, dan meskipun kamu seakan sendiri. Kamu tidak mensyukuri itu. Kamu hanya berkaca, siapa kamu, kenapa kamu begitu berparas buruk, kenapa kamu tidak dicintai? Dan perlu kamu ketahui, bukan “tidak dicintai”, tapi kamu merasa sendiri, dan lupa bahwa Tuhan selalu mencintaimu setiap waktu, setiap detik. Dan setiap hari kamu pun lupa untuk menyapa Tuhan. Hanya menyapa. Dan kamu telah lupa. 

Aku tahu kamu telah mencariNya disegala tempat. Aku tahu kamu sempat berpikir bahwa Tuhan adalah “hukum sebab-akibat” ; energi tarik menarik antara alam. Hukum alam. Lalu kamu meninggalkan satement itu dan kembali berpikir, siapa yang selama ini menemaniku?

Pada ahirnya, kamu mengetahui bahwa Tuhan hanya satu. Tidak peduli dalam wadah apapun, Tuhan tetap satu. Tetapi kamu masih berpikir, di mana Tuhan itu? Kamu pergi ke gereja, sendirian, dan kamu hanya bisa duduk di tangga luar. Sampai seorang tua memberikanmu sepotong roti seharga seribu rupiah. Lalu kamu pergi. Aku tahu perasaanmu saat itu. Antara malu, dan takut.

Hingga saat ini, kamu belum sempat mencari di dalam rumah-rumah yang lain. Dan aku rasa, itu sudah tidak perlu lagi.  Tuhan menolongmu tanpa kau pinta. Tuhan selalu siap sedia dalam segala hal. Dan Dia terus menemanimu 24 jam, sebagai Pelindung, Penjaga, Sahabat, Teman, dan juga sebagai Dirimu Sendiri.

Kamu yang menentukan hidupmu. Kamu yang memilih dan memutuskan segala sesuatu. Bukan ibumu, bukan ayahmu, bukan temanmu. Tapi kamu. Dan… tanpa kamu sadari, kamu telah menyimpan sebuah keyakinan milikmu sendiri. Selain kamu, dan Tuhan, tidak ada lagi yang tersisa.

Tuhan tidak di mana-di mana.  Tidak ke mana-mana. Hanya satu, dan ada di dalam dirimu. Tidak peduli dengan atau tanpa wadah. Tuhan tetap satu, dan ada pada dirimu.

Sudah waktunya aku kembali ke masa depan. Terimkasih telah menemukanNya.

Salam.

Advertisements

About meicaa

Meicaa is her nick. She likes writing what she thinks. She loves to read anything; comics, novels, and your posts. She is born in 1992. She is an Indonesian who loves her country so much. She loves the flag of her country; red-white flag. Indonesia is mostly amazing to her. Not only this country, but also France, Japan and Korea. So that, she has learned about french many years ago, but now she's trying to re-learn it. She loves to watch movies. As written above about those countries she likes, she also loves french movies, doramas, Korean dramas, and many more.

Posted on February 24, 2011, in Indonesian and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: