Monthly Archives: March 2011

Six Dreams

I think we have many dreams. At least only one big dream, and I have too. Let’s see one by one.

1. I wanna be a rich girl. Yeah.. Maybe it is so crazy. But, I think, I have to be a rich girl. Why? It doesn’t mean money is everything. I didn’t say that. But, have u ever heard some one said I am happy even I don’t have money. Even I am poor and my husband and I have a wonderful love. I don’t need anything else? Of course you’ve heard about it. I don’t agree with that thought. Yes, money is not everything. But we need it. We live in a real life. Once more, i say, we need it. Okay, love is important but money also important. How can u make a happy family if you had not any money? How? After marriage, maybe you will have a child or maybe children. Then, the question is, how is their school, their food, their clothes, and so many needs more. That’s why I wanna be a rich girl. That’s all for my children’s future, and of course, I owed so many things to my Mom and Dad. One day, I will return to them and make them happy. I promise.

2. I wanna study at France. Especially at Paris-Sorbone University. I have learned Français. But I stopped it before my exam when I was 6th grade. I regret of it. I shouldn’t stop my study 😦 Now, I have to learn it from zero (unfortunately, it’s not about “from zero to hero”). Anyway, nothing too late. I am starting to study well 🙂 Do not worry 😉 I am doing from ZERO TO HERO 😀

3. I want to give half of my payment to my family ( Mom, Dad, sis and bro). But I still need money for my own future. Umm when will it happen?

4.  I want to live with my lovely-perfect husband. I didn’t say that I want a perfect man for me. No. No body’s perfect 🙂 You know it. And I am not a perfect match too 😀 I am small, crazy, lazy seem busy (in fact, I make myself so busy coz there is something disturbed me), and I am not pretty. That’s why I know, I will not get a perfect man. But I am sure, a good man, will be a perfect man when he loves all of things on me. Of course he must has one or  more good job/s. No, I am not a money-hungry girl 🙂 But it’s a fact 😀 Just admit it. Btw, not only has a good job, but also a faithful lover. I am tired of so many fake lovers. I have a traumatic. I don’t want get it anymore. I don’t want.

5. I wanna make a peaceful house for my parent, after I already get married. The most important is my parent. If I had more money and chance, I will give something useful for my sister and brother. They are my treasures, (plus my future husband and children).

6. I want to make people alive. Means, I can give them a chance for working, or whatever, where they can make their family have a good life, peaceful, and there is no “poor people” anymore. Means, I wanna support some poor people.

First, i have to study hard, then study to Paris, then I will be a rich girl :p then make all good things happen 😀

Advertisements

Should We Break Up Because of It?

You know, it’s about “if I were..”, it means about the conditional. Not really me that I’ve done or faced about it. It’s just “what if..”.

Have you ever chatting on cyber ? There are so many applications and website where we can join them and meet so many people in the world. Those applications give us a chance to share photos, videos, gifts, and many more. This is an ease to connect our family or our friends, boyfriend, girlfriend, etc. And, umm sometimes, some people chat about their own privacy.

I did not tell that talk about our privacy on cyber is forbidden and an offence, but i just wanna ask you, is share about sexual not a crime? How about (I am sorry) share our bodies, chat sex, and many more? I do not know how is it happening among teenagers and also adults in the world. I think we cannot share about it on cyber. What if a hacker see that and make it a public exhibition? If I were them, i will not come out from my room and keep in the blanket all days, until people forgot about what i have done on cyber with my bf (example). Lol

But maybe my thought isn’t right for some people. Because i found an article about it. The article says share our private picture or video = legal. Because it is ours. Not for sale and public. Like in India, viewing porn is not a crime. Read the article here. What do you think about Justice Tahilramani’s said?

I’ve asked many people on cyber, some said it’s not the offence. Because “we do not share it to others and it just ours”. Who? His gf and him. Some people said that’s the offence because we aren’t wife and husband yet. Showing body is only to real husband or real wife. That’s why share private pictures and videos = forbidden.

Many couples face this problem. It means, (example) the boy wants to showing private picture each other and doing CS ( I hope you know what is CS), but the girl wants to stop it because she thinks it is wrong. We do not ned to do this with our boyfriends or girlfriends. It is so hard. In the relationship, i think we have to obey God rules, caring each other, sharing each other (means not about pictures and many more things, it is about thought), love each other and protect each other. That means, we do not need to share our privacy area before get married. Am i right or wrong? i think i am right 😀 Then, what is the way out of this little problem? Should we break up?

Myself, i think showing our body on cyber is not right. I believe, God will not allow me to do this. Because i have not husband yet. I can show my privacy only to my real husband, not to my boyfriend. I do not know what is on your mind about it. This is my opinion, without any conclusive about my statement. I am still searching it. I hope i can give y’all the conclusive and someday i will prove that showing our bodies and chat sex is not legal and forbidden.

Jepang yang Hancur, Jepang yang Hebat

Japan after earthquake and tsunami by CNN

Kemarin siang, setelah hujan reda, yang sebelumnya disertai pula dengan angin yang cukup kencang, saya menyalakan TV dan secara kebetulan yang saya lihat channel berita. Saya mengira ada banjir besar yang melanda suatu daerah luar negeri. Ternyata gempa dan tsunami menghantam Jepang. Saya langsung mendengarkan dan juga sekaligus online Twitter. Dan saya langsung teringat dengan beberapa teman sesama pecinta X Japan dan Alicenine di Jepang. Tadi pagi, usai saya merapikan segala peralatan di rumah, saya membaca koran Kompas. Surat kabar ini ternyata cukup detil memaparkan segala sesuatunya tentang gempa dan tsunami di Jepang, Jumat, 11 Maret 2011.

Gempa berkekuatan 8,9 SK memicu tsunami setinggi 10 meter. Gempa cukup besar ini menghantam sebagian Jepang utara dan melumpuhkan jaringan listrik, telepon dan transportasi. Korban yang tercatat hingga kini mencapai 337 orang tewas dan 56 orang hilang. (Kompas, 11 September 2011)

Survei Geologi AS mengatakan bahwa gempa terjadi pada pukul 14.46 waktu setempat, berpusat di kedalaman 15,1 km.

Badan meteorologo Jepang mengatakan bahwa gempa ini merupakan gempa terdahsyat di Jepang dalam kurun waktu 140 tahun terakhir.

Tak lama setelah gempa berlangsung, kebakaran terjadi di 11 tempat di kota Tokyo. Dan pada saat yang sama tsunami setinggi 6 sampai 10 m menghantam beberapa wilayah Jepang utara, Kerusakan terparah terdapat di beberapa daerah antara lain Sendai dan Kota Maichi.

Berdasarkan gambar udara CNN, BBC, dan Al-Jazeera, tsunami menghancurkan hampir semua bangunan yang ada di depannya. Akibat gempa dan stunami tersebut, seluruh infrastruktur vital di Jepang utara lumpuh. Jaringan listrik dan telepon putus. Saya melihat teman saya me-RT Yoshiki, drummer X Japan. Yoshiki mengaku keadaan Tokyo sudah cukup aman, tetapi belum bisa mengabari ibunya. Ternyata, walaupun jaringa  listrik, transportasi dan telepon putus, akses internet masih bisa digunakan.  Junianto Hermawan, warga Indonesia yang tinggal di Tokyo tetap bisa berkomunikasi dengan anaknya yang pada saat itu berada di sekolah lewat Twitter ketika getaran gempa masih terasa.

Jepang memiliki kemampuan mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi bencana yang sangat baik. Stasiun TV NHK milik Jepang menyiarkan tsunami sejak mulainya gelombang pertama menyentuh pantai hingga melahap habis kota. Kompas mengatakan, ini merupakan dokumentasi terbaik tentang tsunami yang pernah dibuat. Stasiun TV NHK mengerahkan 14 helikopter dan 73 alat pengukur seismik yang dipasang di seluruh Jepang.

Dalam pengakuannya, Junianto menggambarkan secara ringkas bagaimana pemerintah dan warga/masyarakat menghadapi dan mengantisipasi gempa dengan cukup baik. “Setiap sebulan sekali, kelurahan memperingatkan kami bahwa bencana besar akan datang”, kata Junianto.

Junianto mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi bangunan, karena konstruksi bangunan tahan gempa merupakan keharusan di Jepang. Pengelola gedung pun cukup update dalam mengumumkan keadaan dan cukup baik dalam melakukan inspeksi ke tiap lantai gedung.

Hebatnya, Jepang telah membangun sistem deteksi dini gempa (early earthquake warning) sejak tahun 2007. Dengan sistim ini Jepang dapat mendeteksi dan kemudian menginformasikan ke masyarakat sebelum guncangan terjadi. Indonesia kini masih dalam proses membangun alat deteksi dini tsunami.

Menurut Takeshi Koizumi, Senior Coordinator Earthquake and Tsunami Information JMA, ada dua gelombang tsunami, yaitu gelombang-P (preliminary tremor) dan gelombang-S (strong tremor). Gelombang-S menyebabkan kerusakan pada pada bangunan. Disimpulkan bahwa gelombang-P dapat menjalar lebih cepat hampir dua kali lipat gelombang-S. Dengan berfokus pada pendeteksian gelombang-S, kita dapat mengarkulasikan kapan dan berapa daya rusak gelombang-S di suatu daerah.

Saya tidak dapat membayangkan seandainya Indonesia yang mengalami bencana seperti ini, apakah Indonesia siap mengantisipasi dan menghadapi bencana-bencana alam? Apa saja yang telah disiapkan oleh pemerintah dan masyarakat dalam persiapan menghadapi dan menanggulangi bencana khususnya gempa dan tsunami? Warga Jepang telah terbiasa dan rajin mengikuti pelatihan. Mereka telah menyiapkan ransel yang diletakkan dekat pintu masuk rumah. Ransel tersebut berisi botol air, makanan kering, obat-obatan dan vitamin, P3K, uang tunai, pakaian kering, radio, senter dan beberapa baterai pengganti. Lihat! Bagaimana mereka mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi bencana alam. Terlebih lagi, setiap tanggal 1 September, ratusan ribu warga beserta perdana mentri mengikuti pelatihan simulasi gempa.

Kekayaan Jepang sebagian diinvestasikan untuk membangun gedung-gedung dan infrastruktur yang tahan gempa. Kompas kembali memaparkan bahwa pejabat Jepang menghindari praktik korupsi dan apabila ketahuan korupsi, dengan cepat rasa malunya muncul, kemudian menarik diri dari jabatannya. Sebagai fasilitas masyarakat, pemerintah pun telah mengaktifkan peringatan gempa disetiap telepon genggam para warga.

Bagaimana dengan pejabat dan warga Indonesia? Terlepas dari benar atau tidak, bersamaan dengan berita Jepang dilanda gempa dan tsunami, Indonesia diberitakan miring oleh salah satu surat kabar milik Australia (kalau tidak salah), yang bersumber dari WikiLeaks. Saya tidak akan membahas hal ini, tetapi semoga saja pemaparan tentang dahsyatnya bencana yang melanda Jepang, juga perbandingan antara Jepang dan Indonesia dalam mengantisipasi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana (dalam konteks ini gempa dan tsunami) menjadi cermin dan contoh yang cukup baik dalam berperilaku, mengenal diri kita masing-masing, dan bagaimana kita dapat survive di dalam kehidupan dengan keadaan alam yang seperti ini.

SASTRA PRANCIS UI??? oh please :(

Tau gak? gue lagi gak mood buat nulis pake bahasa Inggris. Untuk para bule-bule ku tercina, mohon maaf atas ketidak… (eh jangan pake bahasa baku, tar bisa di translate) yah, pokoknya post kali ini gak pake bahasa Inggris dan gak bisa ditranslate 🙂 Dan mungkin gak bermutu juga menurut kalian.

Jadi gini saudara-saudara, gue kan lagi nungguin ujian universitas ya.. Rencananya sih mau di IISIP. Mau ambil jurusan Periklanan atau Jurnalistik. Itu aja gue mau ambil jurnalistik gak boleh sama seseorang. katanya, “kamu bisa survive gak di Jurnalistik?” Lah gue kan jadi speechless. Gue mau jawab apa coba? Masa gue jawab,  “ya, saya gak tahu Bu. Tapi saya coba”. Emang sih harusnya gue bilang kayak gitu. Tapi kan… Tapi kan… Ah gak bisa digambarin sih.. Gue sendiri gak tau gimana cara jelasinnya ke Ibu itu dan orang-orang yang maksa gue buat pilih yang bisa gue pilih.

Sekarang gini deh. Gue disuruh ambil subjek yang kira-kira bisa gue ambil. Oke, gue pikirin. Gue putusin buat ambil Jurnalistik. Pas ditanya, dia jawabnya yang kayak di atas : apakah anda dapat bertahan dan mampu memjalani proses belajar jika anda memilih Ilmu Jurnalistik? Lo mikir dong, gue harus ambil apa? Pendidikan Guru TK? Yang buat Paud-paud itu? Aduh, gini ya.. bukan sama sekali karena gue meremehkan jurusan itu. Tapi gue sama sekali bukan orang yang sabaran ngasuh anak kecil. Iya gue suka nemenin ade-ade gue, keponakan-keponakan gue, tapi kan itu gak tiap hari dan seharian. Pokoknya gue gak bisa. Dan emang gue gak minat. Fine, selesai, gue bodo amat dan gue go ahead dong, pasang kaca-mata-kuda. Bodo amat gue mau dibilang apa. Terserah.

Selesai dari perkelitan dalam diri gue tentang itu semua, dateng lagi pertanyaan : kok kenapa gak ambil UI? Katanya mau ambil UI? WOOOOIIII HALLOOOOO… gue tau kemampuan diri gue. Gue gak bisa masuk UI. Iya emang gue pengen banget masuk SASTRA PERANCIS UI, tapi kan… gini ya, pertama, gue bisa aja mati-matian bela-belain UI, les sana sini, belajar non stop, gue bisa kayak gitu. Gapapa, gue maksa. Tapi lo juga liat orang-orang yang dibelakang gue. Buat daftar aja pake duit. Iya kan? Gak mungkin dong tu formulisr gretongan disebar ke seluruh penjuru kota dan desa..? GAK MUNGKIN. Trus, ntar dikocok tempat ujiannya. Ongkos. Terus, penentuan masuk apa gak. Okeh, kalo masuk Thanks God banget tapi buat masuknya gimana? Emang abis ujian langsung bisa masuk tanpa bayar? Macam dewa saja. Kalo gue pake SNMPTN, trus masuk, mungkin bonyok gue bisa ngilik-ngilik biaya. Tapi kan, ih lo sumpah ya! Lo gak ngerti posisinya.

Trus lagi, tadi, gue dipaksa disuruh ikut SNMPTN dan milih SASTRA PERANCIS UI. Woi!! Lo gila!! Coba liat ada berapa kursi, ada berapa peminat?? Itu susah. Susah untuk masuk Sastra Prancis UI. Mereka bilang gue cepet menyerah. Mungkin. Tapi mereka juga bilang gue men-judge diri gue sendiri bego. Okeh, gue bilang kayak gitu karena gue tau siapa gue, gue tahu perlu berapa kali gue harus ulang baca buku tebel. gue tau harus berapa kali gue ngulang materi di rumah. Gue tau, berapa lama gue bisa bener-bener fokus belajar. Gue tau gue bisanya yang mana dan gak bisanya yang mana. Maka dari itu gue-bahasa kasarnya nyadar diri. Bukan berarti gue nyerah gitu aja. Gue udah coba tahun kemaren  hasilnya  350 ribu sia-sia (terlepas dari masalahsekolah). Gue nyadar diri, gue tau posisi gue kayak gimana, dan gue tau kemampuan diri gue sendiri.

Huuff… Lega.. Semuanya udah gue keluarin. Gue harap mereka semua yang  maksa gue dan bilang kayak gitu di atas gak baca ini. Gue gak mau timbul masalah yang lain. Untung mereka gak tau alamat blog gue 😛 Udah cukup, karena masalah gue bukan ini aja. Masih banyak masalah-masalah lain.

So Goodbye Mozat Friends

I have been thinking about this-to leave Mozat. But yesterday, I didn’t have a chance to say this plan and say good bye to my friends there. It’s hard to say this. You know, I hate this word. BYE is a scariest thing that I have heard ever. I am confused how to tell this plan to my old friends there. Very confused. Finally I chatted with someone. He is my good friend there. He said he wanna leave Mozat too. I asked him what’s the reason. He just said he’s bored. Then I said, I wanna leave too.

“It’s my last time here”, i typed.

“Why? Don’t say that. I was kidding when i said i wanna leave Mozat,” He said.

“Because i’m bored. I cannot be here anymore.”

“But why?? Tell me what’s the reason!!”

“Nothing. Just bored, and i am working plus studying. It’s hard for me. So many guys there have disturbed me. You knew that. Just many friends like real friends. Others are fake. Fake love. Fake feelings. Fake friendship. I cannot see those fake things anymore,” I explained. He stopped typing for many times. I was waiting until he typed again.

“But, how are they-your close friends, me, and your sisters there?” he said.

“I don’t know too. But i still have facebook and yahoo. We  can chat there, even i will come rarely”.

“You are mad”.

I don’t know how to say this plan. Perhaps they will be sad because many of them don’t have facebook account. Only Mozat and yahoo. Umm.. Maybe i will tell them by massage tomorrow. But how?? It can’t multi-send. Then I have to type one by one, the problem is I have so many friends that i have to send it 😦 I will be so tired, especially my fingers :S

If I think once more, I will be damn sad. Feel like many good friends fly away. I am gonna miss  them. Missing “disconnected”, missing “PING”, missing my damn notification. I remember, one friend called it noti-fuck-cation, because it’s almost always got error. I will miss the sensation when i was flooding my own saying. I was doing this because i want more point. I will miss the bloody hell-hackers who have hacked me many times. As i remember, five times-three in last year and two in this year. The important is I will miss the funny things there.

Mozat friends have taught me many things. About relationship, friendship, behavior, caring, funny times, respecting each others , and the last, Mozat taught me English. Yeah even if my English still worst. I love what have they done. I love it. They taught me that cyber is cyber, cannot be a lover or what. They told me that friendship is friendship. There is no cyber friends. Nothing. That’s why, even if i will leave Mozat, i won’t forget them all. They are my teachers, my sisters, good friends, brothers, and  … my life in the other side. .. And I love them…

WHO AM I ? -it’s not about Jackie Chan-

I am lost

Do you know who are you? Do you know in which world are u living? Which grade are u studying? Okay, how old are you? What have you done? What’s goal that you’ve reached? If you have parents, daughter, son -children-, have you ever make them smile, even if only once ? No need to make them laugh or perfectly happy. Just make them smile and feel like you are the one who lift them up. Or just make them feel that u are THERE WITH THEM all the times.

If you ask me all those questions, the answer is I DON’T KNOW + NOT YET. For making them like this -smile and think that I am exist- i need to know who i am. Not about my name, how is my voice, my luck, my identity. No. Not about these.  But, I have to must know the real of myself ; what’s my skill, in which “world” am I living in.. I know, it’s about how is my position, as a child, as daughter, as an adult, as a student, as a friend, as a writer in my blog-site, as a thinker on my own, and the last, as a leader of myself. I have to be …. what??? and how???

well, I am lost my way. I don’t know who I am, where I am. I am perfectly lost. Wait, I know what is my name : Meira Carla Farhana Lubis. I am 18 to 19, I am in Indonesia. But WHO AM I ? I don’t recognize MYSELF. I don’t know what’s the big thing that I can do. My best, my way, my skill, I don’t know.

I know it’s a confusing post. But I cannot explain what I mean. I just can say I DON’T KNOW.

Better I read those books that must be read before 13th.  See ya.

Kenapa Dia Berikan Ini?

…Aku untuk kamu, kamu untuk aku

Namun semua apa mungkin, iman kita yang berbeda?

Tuhan memang satu, kita yang tak sama

Haruskah aku lantas pergi, meski cinta tak kan bisa pergi? -Marcell-

Kita tahu, perasaan suka, rasa sayang, amarah dan cinta adalah pemberian Tuhan. Kita juga tahu itu semua merupakan anugrah terindah, yang sama sekali tidak bisa digambarkan dan dideskripsikan. Kita tahu pernah mendengar bahwa Tuhan satu-satunya yang paling adil. Kita bertemu karena Tuhan. Detak jantung kita berpacu lebih cepat, karena Tuhan berikan perasaan itu. Tapi, coba lihat lirik lagu di atas, kenapa Tuhan tidak mengijinkan keduanya untuk bersatu? Padahal Tuhan hanya ada satu.

Saya memikirkan ini sejak dua hari yang lalu. Dan sampai detik ini pun masih belum menemukan jawabannya. Kenapa Tuhan biarkan mereka berpisah hanya karena perbedaan iman? DAN KITA SEMUA TAHU (termasuk keduabelah pihak) TUHAN MEMANG SATU. Lalu timbul di benak saya, apa itu iman? Sedahsyat apa hal ini bisa merobek suatu hubungan?

Setelah saya pikir, definisi iman sendiri secara sederhana adalah “kepercayaan” (this is just my opinion). Kepercayaan untuk “bagaimana mengenal Tuhan dan bagaimana cara berkomunikasi dengan Tuhan”. Ini berarti tidak ada perbedaan diantara iman-iman tersebut. Dan iman tidak bisa menjadi benteng antara suatu hubungan. Yang menjadi benteng adalah pola pikir masyarakan kebanyakan. Bagaimana tidak? Hampir semua orang berpikir bahwa beda iman tidak bisa bersatu (menikah). Dan saya bertanya-tanya sampai detik ini;KENAPA? Padahal perbedaannya hanya pada cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Dan tidak tahu kenapa, saya yakin, Tuhan sendiri tidak pernah menginginkan atau bertujuan mengkotak-kotakkan segala sesuatu. Jadi kenapa selama ini kita seakan dikotak-kotakkan?  Read the rest of this entry

Sastra Melayu Tionghoa

 

Pecinan, Glodok-Indonesia

Kesusastraan Melayu Tionghoa adalah salah satu tonggak sejarah Sastra Indonesia. Sastra Melayu Tionghoa ditulis salam Bahasa “Melayu Rendah”, yang memiliki beberapa sebutan lain sperti Melayu Adoekan, Malyo Kaoem, Melayu Pasar, melayu Betawi, Melayu Cina dan Melayu Tionghoa. Antara tahun 1870-1960 terdapat 3005 karya sastra yang melibatkan 806 penulis.

 

Sejarah digunakannnya Bahasa Melayu Rendah dimulai pada tahun 1624. Pada tahun ini didirikan percetakan di Batavia untuk kepentingan VOC. Gereja Revormasi mendapatkan kekuasaan menjadi pusat penerbitan khusus untuk VOC. Baru pada tahun 1659 Kornelis Pijl mendapat laisens untuk memegang percetakan. Beliau berusaha mengeluarkan almanak (tjitboek), yaitu buku pintar tentang Batavia. Buku ini diterbitkan terbatas. Pada masa ini pula belum ada surat kabar. Sampai pada tahun 1744, terbitlah surat kabar pertama, Bataviase Nouvelle yang berisikan tentang Batavia. Dipimpin oleh Jon Erdman Jordens. Di dalam surat kabar juga ditaruh iklan-iklan.

 

Pada tahun 1816, semua surat kabar yang terbit isinya tentang pemerintahan. Tetapi surat kabar Javasche Cournant (terbit dua hari sekali) berisikan tentang cerita Jawa, berita luar negeri, dan cerita adat istiadat suku-suku yang ada di Indonesia. Pada masa ini belum ada wartawan, maka semua pekerjaan dikerjakan oleh mereka sendiri. Wartawan atau pers baru ada pada tahun 1825. Pada tahun ini pula terbitlah sebuah surat kabar baru, Bataviaasche Advertentienblad.

 

Pada tahun 1856 terbentuklah organisasi pers. Kemudian muncul jurnalis-jurnalis baru. Mereka merupakan orang-orang Belanda, tetapi bukan VOC. Jadi, kedudukannya, VOC mengawasi pers. Kemudian timbul regulasi pers. Ini berarti pers tidak perlu diawasi lagi. Pers tidak lagi dibatasi. Akibatnya surat kabar banyak yang keluar dengan bahasa selain Bahasa Belanda. Pada era ini dimulailah penggunaan Bahasa Melayu Riau Rendah dan Melayu Riau Tinggi. Penggunaan bahasa ini mulai muncul sejak dibukanya sekolah untuk kaum pribumi (Melayu Tinggi yang bangsawan). Pada tahun ini pula terbit beberapa surat kabar baru, antara lain, Soerat Kabar Malaijoe dan Bintang Oetara. Soerat Kabar Malaijoe dikelola oleh E. Fuhri (seorang mestizo). Sedangkan Bintang Oetara dikelola oleh Roorda van Eysinga (mestizo) dan anaknya WAP Roorda van Eysinga. Kelebihan surat kabar ini adalah mereka memasukkan cerita-cerita tentang hikayat dan Nabi Muhammad. Juga mengenalkan Abdullah bin Abdul Kadir Munsji.

 

Kemudian sejak tahun 1870, mulai banyak bermunculan tulisan-tulisan berbahasa Melayu-Tionghoa. Tulisan-tulisan tersebut antara lain adalah Maharaja Siam di Betawi (1870), Sya’ir Jalanan Kereta Api (1890) oleh Tan Teng Kie. Kitab Eja A.B.C (1884) oleh Lie Kim Hok. Lo Fen Koei (1903) oleh Thio Tjjin Boen, dan sebuah cerpen yang cukup terkenal berjudul Bunga Roos dari Cikembang oleh Kwee Tek Hoay, yang diterbitkan pertama kali oleh Drukkerij Hoa Siang In Kok pada tahun 1927.

 

-Ditulis oleh Meicaa untuk Komunitas Jelajah-

Long Distance

Ugh! So long time i didn’t write something here 😛 I was busy ‘coz me and my family are gonna move. Well i was packing my books, my DVDs, my clothes, shoes, plates, blah blah blah. I was so tired coz its, so i’ve no time to write something here, even if i had so many words, so many funny things that i wanna share to y’all here. But, umm.. yeah, i was busy 😦 I’m so sorry my lovely blog.. i didn’t mean wanna forget u and let you be empty (haven’t new post).

Btw, when i was packing my stuffs,i got a call.  I heard about a story of my friend. She said something hurt and of course, i got hurt too after knew that sad story 😦 I can’t tell what’s the story but, it’s about LONG DISTANCE LOVE. Read the rest of this entry