Blog Archives

Untuk Diriku Dimasa Lalu

Salam,

Maaf untuk mengejutkanmu karena aku datang secara tiba-tiba. Boleh aku duduk? Terimakasih.

Aku hanya sedang ingin mengunjungimu. Oh, bukan untuk menanyakan kabarmu. Sebab, aku tahu betul apa yang ada dalam benakmu selama bertahun-tahun. Hampir 19 tahun aku telah menemanimu setiap detik. Tentu saja aku tahu betul siapa dirimu. Kamu yang dulu sempat berpikir untuk menjadi astronot, lalu merubahnya menjadi seorang polwan. Aku tidak terlalu ingat betul kenapa kau merubahnya. Yang kuingat, kini kau masih memikirkannya. Mau jadi apa saya?

Aku tahu betul apa yang mengganjal dalam benakmu. Kamu merasa lemah. Kamu pikir kamu tidak dapat mengatasi segala sesuatu yang datang menghampirimu. Berulang kali. Membuatmu jatuh tersungkur, berdarah, sakit dan pedih. Padahal, Tuhan selalu bersamamu, meskipun kamu terluka, kamu jatuh, kamu seakan buta akan tujuan, dan meskipun kamu seakan sendiri. Kamu tidak mensyukuri itu. Kamu hanya berkaca, siapa kamu, kenapa kamu begitu berparas buruk, kenapa kamu tidak dicintai? Dan perlu kamu ketahui, bukan “tidak dicintai”, tapi kamu merasa sendiri, dan lupa bahwa Tuhan selalu mencintaimu setiap waktu, setiap detik. Dan setiap hari kamu pun lupa untuk menyapa Tuhan. Hanya menyapa. Dan kamu telah lupa.  Read the rest of this entry

Advertisements